10 FAKTA TENTANG VAPE YANG HARUS KAMU KETAHUI!

  • Admin Humassetda
  • 27 Pebruari 2018
  • Dibaca: 68924 Pengunjung

 

Maraknya industri vape di Indonesia beberapa tahun belakangan ini membuat masyarakat bertanya-tanya. Apakah vape sama fungsinya dengan rokok? Apakah vape memiliki bahaya yang sama dengan rokok? Apakah vape itu nama lain dari e-cigarettes? Masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya yang muncul bersamaan dengan semakin berkembangnya industri vape di Indonesia. Untuk menjawab seluruh pertanyaan tersebut, sebaiknya kita semua harus mengetahui lebih dulu 10 fakta tentang vape yang akan dibahas secara lengkap disini.

Sebelum masuk ke 10 fakta tentang vape yang harus diketahui, ada sebuah cerita menarik yang patut dibahas lebih dulu. Banyak para perokok tembakau di Indonesia yang telah beralih menggunakan vape dan mengakui bahwa vape memang membantu mereka untuk berhenti merokok. Mereka juga mengakui bahwa vape mampu mengurangi resiko akan timbulnya berbagai penyakit yang seringkali menyerang para perokok aktif, seperti batuk, gangguan pernapasan, dan penyakit-penyakit lainnya.

Tidak hanya itu, masyarakat Indonesia yang tadinya tidak pernah merokok sekalipun, kini banyak juga yang turut menggunakan vape. Mereka umumnya tergoda akan sensasi aneka rasa yang berasal dari liquid vape itu sendiri. Bagaimana tidak? Liquid vape menawarkan berbagai macam rasa dengan aroma yang bisa dibilang enak banget. Ada rasa creamy, buah-buahan, bahkan ada pula rasa susu. Biasanya orang-orang yang tidak merokok dan tidak menggunakan vape, tidak akan risih dengan aroma yang dikeluarkan dari vape. Karena memang nyatanya aromanya sangat enak, beda dengan aroma asap rokok yang sangat mengganggu kenyamanan orang-orang di sekitar.

Namun tetap saja, status kelegalan vape di ruang publik hingga kini masih disetarakan dengan para perokok aktif. Padahal vape tidak mengeluarkan asap, melainkan uap air. Sehingga vape terkesan sama bahayanya dengan rokok tembakau, padahal keduanya jelas berbeda. Untuk lebih jelasnya, yuk langsung saja kita bahas lebih dalam mengenai 10 fakta tentang vape yang harus kamu ketahui.

1. VAPE DAN E-CIGARETTES ADALAH DUA HAL YANG JELAS-JELAS BERBEDA

Saat vape mulai marak muncul di kalangan masyarakat Indonesia, seringkali kita menyebut vape dengan sebutan e-cigarettes. Padahal keduanya bukanlah barang yang sama. Vape bukan e-cigarettes. Begitu pula sebaliknya, e-cigarettes bukan nama lain dari vape.
E-cigarettes bentuknya sekilas hampir sama dengan rokok tembakau. E-cigarettes tidak tersebar banyak seperti vape di Indonesia. Biasanya e-cigarettes berada di gerai-gerai kecil tertentu yang sangat jarang terlihat. Di luar negeri, biasanya e-cigarettes dijual di pom bensin atau toko khusus rokok. Biasanya filter pada e-cigarettes memiliki ragam rasa tertentu, tetapi rasanya tidak variatif seperti liquid pada vape. Jika e-cigarettes dirasa sudah tidak enak, penggunanya akan mengganti filter yang lama dengan yang baru.

Sedangkan hampir seluruh toko vape di Indonesia tidak ada yang menyediakan e-cigarettes. Mereka hanya menjual vape dengan ragam jenis mod berbeda, tanpa menjual e-cigarettes yang bentuknya hampir sama dengan rokok tembakau. Biasanya mod yang tersedia, yaitu mechanical mod dan box mod (electrical mod). Vape juga memiliki rasa yang lebih beragam ketimbang e-cigarettes. Para pengguna vape bisa mengatur tinggi rendahnya temperatur yang disukai. Mereka juga bisa bereksperimen untuk gonta-ganti mod, atomizer, ataupun rasa liquid yang disukai.

Begitu banyak artikel-artikel yang menyebut vape dengan sebutan e-cigarettes. Namun, dengan adanya penjelasan ini harapannya tidak ada lagi yang menyamakan vape dengan e-cigarettes, karena keduanya jelas-jelas berbeda.

2. KANDUNGAN LIQUID ATAU E-JUICE VAPE BUKANLAH SEBUAH TANDA TANYA

Banyak orang yang bertanya-tanya, sebenarnya liquid itu terbuat dari bahan apa saja, sih? Atau ada pula yang menanyakan, apa saja kandungan yang terdapat dalam liquid? Tidak usah khawatir, liquid vape itu tersusun dari bahan-bahan yang jelas keberadaannya. Bukan tersusun dari campuran bahan-bahan yang tidak jelas.
Salah satu pembuat liquid vape profesional di Amerika Serikat, Russel Mills, menyebut dirinya sendiri dengan sebutan “Juicemaster General”. Mengapa? Karena ia meracik berbagai macam rasa liquid dengan tangannya sendiri. Russel menyatakan bahwa ia menggunakan empat jenis bahan untuk menghasilkan sebuah liquid. Seluruh bahan-bahan yang ia butuhkan untuk menghasilkan liquid juga cukup mudah didapatkan.

Russel menggunakan gliserin dari sayuran sebagai bahan utama pembuatan vape. Biasanya industri liquid vape profesional menggunakan gliserin dari sayuran organik yang sudah tersertifikasi. Gliserin sayuran ini tidak mempengaruhi rasa pada liquid, tetapi mempengaruhi banyaknya uap air yang keluar dari vape.

Bahan pembuatan vape selanjutnya yaitu propilen glikol. Banyak orang yang menganggap propilen glikol ini sebagai zat yang sama seperti fungsi dietilen glikol pada e-cigarettes. Propilen glikol pada liquid vape berfungsi sebagai albuterol atau inhaler asma. Albuterol berguna untuk melebarkan saluran napas sehingga mengamankan proses pengisapan uap air dari vape.

Tekstur propilen glikol lebih tipis dibanding gliserin sayuran sehingga propilen glikol inilah yang mampu mempengaruhi rasa dari liquid. Aneka rasa yang tersedia pada liquid biasanya tergantung dari campuran propilen glikol yang dibuat. Para pembuat liquid biasanya punya cara tersendiri untuk membuat campuran propilen glikol secara alami maupun buatan tergantung dari rasa yang ingin diciptakan.

Kemudian bahan terakhir yang dibutuhkan untuk pembuatan liquid vape adalah nikotin. Para pembuat liquid umumnya menyediakan liquid dengan variasi kandungan nikotin yang beragam, antara 0—12 mg nikotin. Hal inilah yang membuat vape berbeda dengan rokok, karena tidak semua liquid vape mengandung nikotin. Beda dengan rokok tembakau yang seluruhnya pasti mengandung nikotin.

Tidak ada lagi tanda tanya tentang kandungan liquid pada vape karena sudah tertera dengan jelas kandungan apa saja yang ada pada liquid. Para pengguna vape sebaiknya berhati-hati menggunakan liquid. Karena banyak produsen liquid yang tidak jelas proses pembuatannya dan menjual liquid dengan harga yang sangat murah. Sebelum membeli liquid, sebaiknya telusuri lebih dulu brand dari liquid tersebut.

3. BANYAK PENGGUNA VAPE YANG MENGGUNAKAN LIQUID BERNIKOTIN RENDAH, ATAU BAHKAN TIDAK MENGANDUNG NIKOTIN SAMA SEKALI
Liquid vape yang tersedia dengan berbagai tingkatan nikotin 0—12 mg tercipta karena banyaknya permintaan dari para pengguna vape itu sendiri. Dalam istilah ekonomi, tidak akan ada penawaran jika tidak ada permintaan. Maka dari itu liquid tanpa nikotin tercipta karena banyak pengguna vape yang tidak suka dengan adanya nikotin. Sebagai contoh, seseorang yang telah berhasil berhenti merokok ketika beralih ke vape biasanya menyukai liquid tanpa kandungan nikotin.

Ada juga liquid yang dibuat dengan nikotin tinggi hingga 12 mg, karena banyak pula pengguna vape yang tergila-gila dengan nikotin tinggi. Mereka biasanya menggunakan liquid nikotin tinggi karena masih terbawa kebiasaan merokok tembakau. Namun lambat laun biasanya pengguna vape yang menyukai liquid nikotin tinggi akan menurunkan kadar nikotinnya, karena kadang liquid bernikotin tinggi menghasilkan rasa yang tidak begitu enak dibanding liquid nikotin rendah.

4. TIDAK ADA SATU TOKO VAPE PUN YANG MENGIZINKAN ANAK DIBAWAH UMUR MEMBELI PRODUKNYA

Seluruh toko vape di Indonesia pada umumnya tidak membiarkan anak dibawah umur untuk membeli produknya. Karena status legalitas vape sejauh ini masih sama dengan rokok sehingga anak-anak dibawah umur tidak akan diizinkan untuk membeli produk vape. Selain itu vape juga tidak sepenuhnya aman. Vape masih mengandung beberapa zat berbahaya walau jauh lebih rendah dari kandungan zat berbahaya pada rokok tembakau. Produk vape hanya dilegalkan untuk orang dewasa dengan usia 18 tahun atau lebih. Umumnya toko vape meminta kartu identitas pembeli jika sang pembeli tidak terlihat seperti orang dewasa yang berusia 18 tahun atau lebih.
Hingga saat ini belum ada data riil terkait di Indonesia tentang berapa banyak remaja yang telah menggunakan vape. Namun, dapat dipastikan seluruh toko vape tidak mengizinkan adanya penggunaan vape bagi anak dibawah umur. Apabila diketahui ada orang dewasa yang sengaja membeli vape dan perlengkapannya untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dibawah umur yang ingin menggunakan vape, tentunya petugas toko vape tidak akan mengizinkan hal ini terjadi. Kedepannya pasti akan ada regulasi yang jelas dari pemerintah terkait penggunaan vape di Indonesia.

5. INDUSTRI VAPE DI SELURUH DUNIA BIASANYA TELAH MEMBUAT REGULASINYA TERSENDIRI

Jika kita perhatikan dengan seksama, seluruh liquid vape yang beredar di Indonesia baik produk lokal maupun impor dari luar negeri selalu mencantumkan pesan singkat seperti, “PERINGATAN: Liquid ini mengandung nikotin, sebaiknya dijauhi dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Hanya untuk orang dewasa 18+”. Bahkan jika diperhatikan lebih seksama lagi, seluruh liquid yang beredar umumnya memiliki tutup botol yang tidak mudah terbuka oleh anak-anak.
Bagi seluruh industri vape khususnya para produsen liquid, tidak ada satu pun lembaga pemerintahan yang memberi tahu apalagi mengajarkan mereka untuk mengemas liquid vape dalam kemasan botol yang sedemikian rupa. Pada umumnya para produsen liquid berinisiatif dengan sendirinya untuk mengemas liquid vape seperti itu karena mereka tidak ingin liquid terbuang sia-sia atau disalah gunakan oleh anak-anak dibawah umur. Para produsen liquid vape juga berharap agar regulasi yang secara tidak langsung mereka canangkan ini bisa mendapatkan sedikit perhatian dari masyarakat sekitar, atau bahkan dari lembaga pemerintahan, untuk benar-benar membuat regulasi yang legal bagi industri vape.

Hingga saat ini belum ada peraturan resmi dari pemerintah yang khusus mengatur tentang legalitas vape di Indonesia. Pihak pemerintah masih menyamakan legalitas vape seperti rokok tembakau. Padahal kita semua tahu kalau vape dan rokok tembakau adalah dua benda yang berbeda. Prinsip dari masing-masing produsen vape dan rokok tembakau saja sudah berbeda, apalagi kegunaannya. Para produsen rokok tembakau mungkin berprinsip untuk menarik orang-orang agar ketergantungan dengan nikotin. Sedangkan para produsen vape berprinsip membantu orang-orang terlepas dari ketergantungan nikotin dengan cara berbeda yang jauh lebih menyenangkan.

Semua orang yang berkecimpung dalam industri vape sangat menginginkan produknya diakui sebagai produk yang aman dan legal secara hukum, karena memang mereka berprinsip untuk menghasilkan produk yang lebih aman dari rokok tembakau. Sepertinya cukup sulit menemukan kemasan liquid vape tanpa pesan peringatan atau liquid vape yang tidak dikemas dengan tutup botol khusus. Sehingga hal ini sepatutnya menjadi satu nilai positif dari vape.

6. UAP AIR YANG KELUAR DARI VAPE JELAS TIDAK BERBAHAYA SEPERTI ASAP ROKOK TEMBAKAU

Kita semua tahu kalau vape tidak mengeluarkan asap seperti rokok tembakau, melainkan uap air. Tetapi banyak orang yang masih menanyakan apakah uap air ini berbahaya? Apakah uap air ini lebih berbahaya dari asap rokok tembakau? Kita pun juga pasti sering mendengar jawaban orang-orang yang mengatakan, “belum ada penelitian atau studi terkait vape”.
Di zaman yang serba mudah ini, kita bisa mencari jawaban dari setiap pertanyaan melalui internet. Berikut akan dipaparkan beberapa studi dan penelitian yang telah membahas tentang vape.

Salah satu studi di European Society of Cardiology tahun 2012 yang membahas efek akut penggunaan perangkat elektrik bernikotin terhadap fungsi miokard, menyatakan bahwa perangkat elektrik bernikotin tidak mengalami pembakaran dan memiliki komposisi kimia yang berbeda dengan rokok tembakau. Sehingga uap air yang keluar tidak berbahaya jika dihirup. Perangkat elektrik ini bisa dibilang sebagai alternatif yang lebih aman dibanding rokok tembakau.

Selain itu, sebuah penelitian tahun 2013 dari BMJ Journals tentang tingkatan karsinogen dan racun pada uap air dari rokok elektrik, menyatakan bahwa uap air dari rokok elektrik mengandung beberapa zat beracun 9—450 kali lebih rendah dari asap rokok tembakau. Merubah kebiasaan merokok ke rokok elektrik secara substansial mampu mengurangi kadar racun yang masuk ke dalam tubuh. Rokok elektrik juga merupakan solusi bagi para perokok yang sulit berhenti merokok.

Adapula studi lainnya dari US National Library of Medicine National Institutes of Health tahun 2013 yang membahas tentang perbandingan efek uap air dari rokok elektrik dan asap rokok tembakau pada kualitas udara dalam ruangan. Hasil perbandingan tersebut ternyata menjelaskan bahwa uap air yang keluar dari rokok elektrik tidak banyak mempengaruhi udara yang ada di dalam ruangan. Bahkan studi tersebut juga menjelaskan bahwa uap air yang keluar dari vape tidak beresiko bagi orang-orang di sekitarnya. Berbeda dengan rokok tembakau yang asapnya turut membahayakan orang-orang sekitarnya yang tidak merokok.

Dari beberapa studi dan penelitian tersebut bisa dilihat bahwa banyak para ahli kesehatan yang telah melakukan penelitian terkait vape, mulai dari bahaya vape pada tubuh penggunanya hingga bahaya uap air yang keluar dari vape bagi orang-orang di sekitar. Bahkan hampir seluruh studi tersebut membandingkan rokok elektrik dan rokok tembakau, serta menyatakan bahwa rokok elektrik jauh lebih aman dibanding rokok tembakau.

7. MENINGKATNYA PENGGUNA VAPE MENJADI ISU MANUFAKTUR ROKOK TEMBAKAU DI INDONESIA

Kementerian Kesehatan pernah memaparkan bahwa jumlah perokok aktif di Indonesia berdasarkan data dari The Tobacco Atlas di tahun 2015 mencapai 70 juta orang. Dimana mayoritas perokok aktif adalah orang dewasa, dan yang paling menyedihkan jumlah perokok dengan kategori usia remaja dan anak-anak mencapai 3,9 juta orang. Adanya kasus seperti ini membuat pemerintah berencana untuk meningkatkan harga jual rokok hingga Rp50.000/bungkus guna mengurangi jumlah perokok aktif di Indonesia.

Melejitnya industri vape di Indonesia beberapa tahun belakangan ini seharusnya membuat pihak pemerintah sedikit memberi apresiasi kepada industri vape. Karena dengan adanya vape, banyak perokok aktif yang telah berhasil beralih ke vape dan tidak lagi merokok. Dalam hal ini, Jepang adalah salah satu negara yang patut dicontoh. Mengapa? Karena penjualan rokok tembakau di Jepang berhasil turun hingga 20% sejak munculnya vape di tahun 2014.

Penurunan jumlah perokok aktif ini membuat salah satu industri rokok tembakau di Jepang terpaksa harus gulung tikar. Pemilik industri rokok tembakau tersebut juga tidak tinggal diam, ia langsung bangkit mengembangkan industri vape di Jepang. Langkah cepatnya itu pun mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, karena memang vape dianggap sebagai alternatif untuk berhenti merokok. Masyarakat Jepang juga menganggap uap air yang keluar dari vape jauh lebih higienis dibanding asap dari rokok tembakau.
Sedangkan kemunculan vape di Indonesia bukannya mendapat dukungan penuh tapi malah menimbulkan isu baru bagi industri rokok tembakau di Indonesia. Banyak yang menganggap bahwa kehadiran vape membuat petani tembakau semakin sengsara karena penjualan rokok tembakau jadi menurun. Banyak berita yang mengada-ada bahwa vape bisa meledak, vape lebih berbahaya dari rokok tembakau, dan masih banyak berita-berita aneh lainnya.

Satu hal yang paling aneh, Kementerian Perdagangan bahkan sempat berpikir untuk melarang penjualan vape di Indonesia karena akan merugikan industri tembakau di Indonesia. Toh, kita semua tahu dampak yang timbul dari rokok tembakau pada tubuh kita seperti apa. Jika nyatanya vape bisa membantu orang-orang berhenti merokok, kenapa harus dilarang? Padahal beberapa studi telah membuktikan bahwa vape jauh lebih aman daripada rokok. Selain itu, uap air yang keluar dari vape juga tidak membahayakan orang-orang di sekitar seperti asap rokok tembakau pada perokok pasif. Bagaimana perokok aktif bisa berkurang kalau industri rokok tembakau terus dipertahankan?

 

8. VAPE SANGAT MEMBANTU PARA PEROKOK AKTIF UNTUK BERHENTI MEROKOK

 

Seiring berjalannya waktu dan semakin tumbuhnya industri vape di dunia, telah banyak studi terkait vape yang mengakui bahwa keberadaan vape menjadi salah satu cara efektif untuk membantu para perokok aktif berhenti merokok. Berikut akan dipaparkan beberapa studi yang telah membuktikannya.

Salah satu studi tentang longitudinal pengguna rokok elektrik pada Addictive Behaviors Journal menyatakan bahwa dari seluruh partisipan yang menggunakan vape, 72% nya adalah mantan perokok aktif dan 76% diantaranya menggunakan vape setiap hari. Mereka yang baru saja beralih menggunakan vape biasanya masih mengisap vape hingga 150 hisapan/hari dan menggunakan liquid bernikotin tinggi. Setelah beralih ke vape selama sebulan, sekitar 98% diantara partisipan tersebut masih bertahan menggunakan vape setiap harinya. Bahkan terdapat sekitar 89% partisipan yang berhasil beralih menggunakan vape hingga satu tahun dan berhenti merokok.
Berhenti merokok bukanlah hal yang mudah. Tidak jarang penikmat vape yang sehari-harinya masih tetap merokok. Tapi biasanya seiring berjalannya waktu, para perokok aktif lambat laun akan mengurangi jumlah rokok yang dihisapnya hingga akhirnya betul-betul berhenti merokok. Sedikit sekali pengguna vape yang berhenti menggunakan vape dan kembali merokok. Dari studi tersebut di atas, hanya sekitar 6% pengguna vape yang berhenti menggunakan vape dan kembali merokok.

Studi lainnya yang dilakukan tahun 2012 oleh Theodore L. Wagener dari Health Sciences Center University of Oklahoma dan beberapa ahli kesehatan lainnya, menyatakan bahwa 72% pengguna vape berhasil melepas dirinya dari kecanduan merokok, 92% perokok aktif berhasil mengurangi penggunaan rokok tembakau ketika menggunakan vape, dan hanya sekitar 10% yang sulit menghentikan kebiasaan merokok tembakau. Intinya, terdapat lebih dari 2.000 orang dari seluruh partisipan atau sekitar 96% perokok aktif yang mengakui bahwa adanya vape sangat membantu mereka untuk berhenti merokok.

Dari beberapa penelitian tersebut dapat kita simpulkan bahwa perokok aktif yang tidak memiliki niatan untuk berhenti merokok, secara tidak langsung dapat mengurangi intensitas penggunaan rokok tembakau jika dibarengi dengan penggunaan vape. Adanya studi dari beberapa ahli kesehatan yang membuktikan manfaat vape seharusnya mendapat perhatian, khususnya dari pihak pemerintahan. Vape memang tidak sepenuhnya aman, karena masih mengandung beberapa zat beracun. Tapi vape jelas-jelas sangat membantu para perokok aktif untuk berhenti merokok. Selain itu, dampak buruk vape pada tubuh juga jauh lebih rendah dibanding rokok tembakau.

9. BANYAK ORGANISASI KESEHATAN YANG TELAH MENYADARI DAMPAK POSITIF DARI VAPE

Salah satu organisasi kesehatan di Amerika Serikat yaitu American Council on Science and Health memaparkan bahwa industri tembakau di Amerika menguasai 99% pasokan nikotin yang ada. Jika industri vape semakin melejit maka pasokan nikotin yang dikuasai industri tembakau harus siap terdominasi oleh industri vape. Jika negara telah membuat regulasi hukum yang resmi untuk mengurangi jumlah perokok, industri tembakau bisa saja meningkatkan harga rokok untuk tetap meraih keuntungan dalam penjualan dan mengarahkan perokok aktif untuk beralih ke produk yang lebih aman.
Organisasi kesehatan di Inggris juga menyadari dampak positif dari vape. Sebagai contoh, Royal College of Physicians di London percaya bahwa vape mampu mengurangi jumlah perokok aktif secara signifikan di Inggris, mengurangi jumlah kematian akibat penyakit serius yang dialami karena merokok, serta mengurangi dampak buruk asap rokok bagi para perokok pasif. Action on Smoking and Health di Inggris juga menyadari bahwa vape memang jauh lebih aman daripada rokok tembakau. Mereka sadar kalau vape sangat membantu para perokok aktif berhenti merokok.

Dari beberapa bukti di atas, dampak penggunaan vape masih harus diteliti lebih lanjut secara jangka panjang. Namun bukti-bukti yang sudah ada menunjukkan bahwa memang vape jauh lebih aman dari rokok tembakau dan vape sangat efektif dalam membantu para perokok aktif untuk berhenti merokok. Sayangnya organisasi kesehatan di Indonesia belum menyadari hal itu, bahkan mereka mendukung larangan penggunaan vape tanpa melarang penggunaan rokok tembakau yang jelas-jelas lebih membahayakan dari vape.

10. BEGITU BANYAK STUDI DAN PENELITIAN TERKAIT VAPE YANG TELAH DILAKUKAN

Jika kita mau belajar dan mau mencari informasi, begitu banyak studi dan penelitian terkait vape yang telah dilakukan dan bisa diakses dengan mudah melalui internet. Beberapa diantaranya telah dipaparkan dalam artikel ini. Hampir seluruh penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa vape jauh lebih aman dari rokok tembakau. Tetapi berita yang beredar di Indonesia jarang memperhatikan hal itu, mereka hanya memperhatikan keuntungan dari segi materi.
Berkembangnya vape jelas-jelas mengurangi jumlah perokok, tetapi secara tidak langsung juga mengurangi keuntungan industri tembakau dan mengurangi pendapatan negara. Tetapi balik lagi, bagaimana perokok aktif bisa berkurang kalau industri tembakau dibiarkan eksis? Apakah negara hanya bisa diam saja melihat jumlah perokok aktif dibawah umur yang begitu banyak? Tidak ada ruginya beralih ke vape. Toh, beberapa negara maju pun nyatanya menyadari dampak positif vape bagi kesehatan tubuh.

Adanya “10 fakta tentang vape yang harus kamu ketahui” ini harapannya betul-betul membuka pikiran kita bahwa vape memang tidak sepenuhnya aman, tetapi vape jauh lebih aman dari rokok tembakau. Vape juga terbukti mampu mengurangi jumlah perokok aktif di beberapa negara maju. Bahkan vape sangat efektif dalam membantu para perokok aktif untuk berhenti merokok. Umumnya para perokok yang tidak berniat berhenti merokok, dapat berhenti merokok dengan sendirinya setelah beberapa bulan menggunakan vape.

sumber: https://lazavape.com/blogs/vaping/10-fakta-tentang-vape-yang-harus-kamu-ketahui

Share Post :