Kukuhkan Bidan Delima Wabub Sutjidra Minta Prioritaskan Pelayanan Berkualitas

  • Admin Humassetda
  • 13 Agustus 2019
  • Dibaca: 140 Pengunjung

Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG mengkuhkan Sebanyak 62 orang Bidan Delima dan sekaligus membuka Muscab ke - IX PC IBI Buleleng Tahun 2019, yang bertempat di Hotel Banyualit - Buleleng, pada hari Senin (12/8).

Wabub Sutjidra meminta kepada seluruh Bidan Delima yang baru saja dikukuhkan, untuk bersama-sama merapatkan barisan menjadi garda terdepan memberikan pelayanan berkualitas dalam upaya penanggulangan kematian Ibu dan bayi saat persalinan.

Kasus kematian Ibu dan bayi di Buleleng cukup tinggi, kini peran seluruh bidan di Buleleng sebagai tenaga kesehatan yang terdapat hingga di seluruh pelosok desa dapat di optimalkan.

"Selain memenuhi sarana dan prasarana kesehatan yang sudah sesuai standar, tidak lupa para tenaga kesehatan ini untuk lolos uji kompetensi dan terus memperpanjang Surat Tanda Registrasi (STR) sebagai dasar dalam pelayanan kesehatan", ungkap Sutjidra

Lebih lanjut, Wabub yang juga memiliki latar belakang pendidikan spesialis kandungan ini menegaskan bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas adalah hukumnya wajib dilaksanakan oleh tenaga kesehatan baik dokter, perawat ataupun bidan.

"Kepada seluruh bidan yang hadir dalam muscab ini, saya meminta untuk bersama-sama mengikuti rambu-rambu yang sudah ada dalam standar pelayanan kesehatan khususnya dalam penanganan Ibu hamil dan melahirkan guna menekan angka kematian Ibu dan anak", tambah Sutjidra.

Sementara itu, Sekretaris Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Buleleng Putu Agustini menyebutkan bahwa sebanyak 308 orang bidan yang sudah hadir hari ini, dan beberapa diantaranya telah dikukuhkan sebagai Bidan Delima.

"Bidan Delima adalah pelayanan yang berstandar dan berdasarkan standar dari IBI, dan para bidan ini harus mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan lulus uji kompetensi", tutur Agustini.

Para Bidan Delima ini secara khusus dilantik oleh Kepala Daerah dan ditetapkan juga melalui Surat Keputusan (SK) dari IBI pusat. "Salah satu point utama yang menjadi prioritas yakni menurunkan angka kematian ibu dan bayi", tambah Agustini

Melalui Muscab ke-IX ini, diharapkan kepada seluruh bidan di Buleleng yang saat ini berjumlah 700 orang untuk bersinergi dan bekerjasama dengan pemerintah kabupaten sebagai upaya memberikan pelayanan yang berkualitas.

"Meliputi pelayanan kesehatan ibu, memberikan pelayanan kepada bayi, pelayanan keluarga berencana, dan kesehatan reproduksi", tutup Agustini. (Stu)

Share Post :