Bupati PAS Rencanakan Perluas TMP Curastana

  • Admin Humassetda
  • 14 Agustus 2019
  • Dibaca: 120 Pengunjung

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST berencana untuk memperluas Taman Makam Pahlawan (TMP) Curastana, Singaraja. Perluasan ini dilakukan dengan memindahkan Gedung Wanita Laksmi Graha.


Hal tersebut diungkapkannya saat ditemui usai menghadiri kegiatan Tatap Muka Dengan Veteran serangkaian Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 74 di Lobi Athiti Wisma, Kantor Bupati Buleleng, Rabu (14/8).

Bupati yang akrab disapa PAS ini menjelaskan perluasan ini telah direncanakan dengan melihat kemampuan anggaran yang ada. Gedung Wanita Laksmi Graha direncanakan akan digeser ke kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Gedung Wanita yang sering digunakan sebagai gedung pertemuan tersebut akan dibangun di lahan Kantor Satpol PP saat ini. Sedangkan yang lama akan dijadikan taman untuk memperluas dan mempercantik TMP Curastana. "Kita akan bangun di areal kantor Satpol PP. Kita masih pikirkan dimana kantor Satpol PP selanjutnya. Mungkin bisa di Rumah Dinas Pimpinan DPRD kita jadikan kantornya," jelasnya.

Perluasan ini direncanakan agar nilai sejarah pada TMP tersebut bisa lebih terlihat. Dibandingkan saat ini, TMP Curastana masih seperti "tersembunyi". Kesannya hanya dilihat pada kegiatan Renungan Suci dan sebagainya. Setelah diperluas, orang-orang bisa lebih leluasa untuk berziarah. Bahkan bisa menjadi landmark yang ikonik. "Di luar negeri, TMP yang ada itu ikonik. Orang kesana untuk melihat sejarah yang ada. Kita masih hitung anggarannya. Kalau bisa tahun depan," ungkap Agus Suradnyana.

Sementara itu, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Buleleng, Wayan Suwanda, BA menyebutkan tidak banyak yang diharapkan para veteran dari pemerintah dan generasi masa kini. Dirinya hanya meminta jangan sampai generasi yang sekarang melupakan perjuangan para pahlawan untuk merebut kemerdekaan. Dulu para pejuang menuntut kemerdekaan, namun setelah merdeka para pejuang atau pahlawan menyerahkan kepada generasi penerus bangsa. "Penerus bangsa inilah yang harus mengisi kemerdekaan. Khususnya kaum millenial. Jangan sampai mereka tidak bisa membedakan antara jaman dulu dan jaman sekarang. Jangan sampai mereka melupakan bagaimana beratnya perjuangan para pejuang dulu untuk merebut kemerdekaan," sebutnya. 

Veteran yang sudah berusia 94 tahun ini menyebutkan terdapat 307 pejuang dari Kabupaten Buleleng. Jumlah tersebut merupakan hasil pencatatan dari tahun 1945 sampai dengan 1949. Jika memungkinkan, akan dibuatkan catatan yang lengkap mengenai para pejuang. Umpamanya ada pejuang gugur, tahun berapa, kenapa bisa gugur dan gugurnya dimana. "Ini sebagai catatan agar para penerus bisa mengenang jasa para pejuang. Dari catatan kami ada 19 pertempuran yang ada di Buleleng," tutup Wayan Suwanda. (dra)
Share Post :