Hindari DBD, Wabup Sutjidra Himbau Masyarakat Buleleng Jaga Kebersihan Lingkungan

  • Admin Humassetda
  • 11 Pebruari 2019
  • Dibaca: 38 Pengunjung

Di musim penghujan seperti sekarang ini berbagai penyakit bermunculan di masyarakat, salah satunya wabah demam berdarah (DBD) yang tersebar melalui gigitan nyamuk jenis Aedes aegypti dan Aedes Albopictus. Guna menghindari hal tersebut Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp OG, melalui dinas terkait sudah melakukan berbagai upaya pencegahan wabah DBD serta menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sehingga masyarakat terhindar dari wabah DBD.

Dkatakan Wabup Sutjidra, wabah DBD tidak terjadi di Buleleng semata, namun hampir di seluruh Indonesia, miningkatnya wabah ini dikarenakan cuaca yang sangat ekstrim dengan curah hujan tinggi disertai cuaca panas, sehingga mengakibatkan kondisi daya tahan tubuh menurun dan sangat mudah terserang wabah penyakit seperti DBD. Namun untuk menghindari hal tersebut Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui dinas terkait sudah melakukan berbagai upaya pencegahan. “ Minggu lalu kami sidah menyampaikan kepada seluruh jajaran dinas Kesehatan dan jajaran yang terkait agar mulai mengajak masyarakat untuk membersihkan lingkungannya “ ujarnya usai mengikuti rapat konsultasi publik di Hotel Banyualit Senin (11/2).

Dijelaskannya, bagi yang sudah terindikasi DBD akan dilakukan penanganan segara, seperti pemberian cairan dan obat untuk menghindari akibat yang fatal bagi penderita wabah DBD, oleh karena itu diharapkan kepada seluruh masyarakat Buleleng agar sesegera mungkin membawa penderita DBD ke rumah sakit terdekat, sedangkan untuk meminimalisasi jentik – jentik nyamuk petugas dari dinas terkait sudah melakukan penebaran abate pada genangan – genangan air serta melakukan fogging khusus yaitu 100 (seratus) meter dari tempat terjadinya kasus DBD. “ Yang paling efektif adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN), kepada stakeholder terkait di desa - desa maupun di kelurahan agar mulai mangajak masyarakat untuk bisa bergotongroyong dalam membersihakan lingkungannya “ pungkasnya.

Sesuai data dari dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, kasus DBD di tahun 2019 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2018. terhitung dari awal januari sampai 11 pebruari 2019  mencapai 127 kasus, sedangkan tahun 2018 lalu sebanyak 129 kasus dalam setahun. Dengan adanya peningkatan kasus tersebut Diskes Kabupaten Buleleng telah melakukan berbagai upaya pencegahan serta mengajak seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan terutama ditempat tinggal masing – masing. (smd).

Share Post :